Wednesday, August 11, 2010

Baterai Gula, Sumber Energi Terbarukan Masa Depan

Gula adalah sumber energi yang tersedia di alam hasil fotosintesis jadi merupakan sumber energi terbarukan. Baterai gula merupakan sel bahan bakar (fuel cell) dengan tenaga gula. Baterai gula memerlukan enzim pencerna gula dan mediator yang salah satunya berupa vitamin K3 pada anoda dan katoda. Hasil reaksi kimia di anoda berupa ion hidrogen dan elektron akan mengalir ke katoda dan aliran elektron ini yang menghasilkan listrik.

Masa depan diharapkan baterai gula dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk membantu dalam charge baterai ponsel karena produsen elektronik semakin melirik pada penggunaan sumber tenaga listrik sebagai baterai gula.

Friday, August 6, 2010

Becak Listrik Tenaga Surya

Mahasiswa Politeknik Elektronika Institut Teknologi Surabaya menciptakan becak listrik yang menggunakan tenaga surya dan motor penggerak. Jika listrik penuh maka dapat digunakan perjalanan untuk dua orang sejauh 15 km dengan kecepatan 10-20 km per jam.

Tenaga surya tersebut berasal dari solar sel ukuran 50 WP yang menghasilkan listrik 2 Amphere atau 19 Volt, dan bisa juga dihasilkan dengan menggerakan generator (motor penggerak) secara manual dengan pedal selama tiga jam atau dengan aliran listrik. Kemungkinan becak listrik dapat diterapkan pada tukang becak yang sudah memiliki becak dengan menggunakan satu solar sel dan aki kecil. Aplikasi tersebut dijual dengan harga 5 juta, lebih lengkap dengan dua solar sel dan dua aki sekitar Rp 8 jutaan.

Friday, July 30, 2010

Energi dari Biji Jarak dan Jelantah

Mahasiswa Triskati juga tengah mengembangkan energi dari biji jarak dan jelantah (minyak goreng bekas) dan telah dilakukan uji coba untuk menempuh rute Jakarta-Bali pada bulan Mei 2010.

Minyak jelantah diperoleh dari restoran. Mereka membeli minyak bekas dari restoran atau kadang-kadang restoran itu memberikan minyak jelantah secara gratis. Untuk minyak dari biji jarak, Trisakti memiliki perkebunan biji jarak di Sukabumi. Energi ini sangat ramah lingkungan dan bisa diperbaharui.

Selain itu juga dilakukan penelitian uji coba penggunaan bio etanol sebagai pengganti bensin untuk bahan bakar gokart yang dapat digunakan untuk kendaraan energi alternatif dan pengganti listrik.

Mahasiswa Trisakti Kembangkan Energi Nabati

Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Univeristas Trisakti mengembangkan berbagai energi dari nabati. Salah satunya adalah biodiesel super atau "water coco fuel", yaitu bahan bakar yang berasal dari buah kelapa sebagai pengganti bahan bakar solar. Satu liter biodiesel dihasilkan dari lima kilogram kelapa parut.

Istilah water menjelaskan bahwa bahan bakar ini dihasilkan dari minyak nabati melalui suatu proses dan ada tambahan air. Selain menjadi bahan bakar alternatif karena memiliki karakteristik serupa dengan bahan bakar mesin diesel yang berasal dari minyak bumi (petrodiesel), bahan bakar ini juga ramah lingkungan dan energi dapat diperbaharui.

Wednesday, July 28, 2010

Pembangkit Listrik Tenaga Daun

Pengusaha Arifin Panigoro berhasil menciptakan pembangkit listrik tenaga daun dah hasil karyanya siap digunakan seluruh masyarakat Indonesia dan akan diluncurkan pada akhir tahun 2010. Berawal dari energi sumber daya alam yang sudah sangat kritis dan timbul ide untuk menciptakan energi alternatif tanpa mengeluarkan banyak biaya dari daun-daunan yang dapat menghasilkan listrik. Masyarakat Indonesia diminta agar tidak sembarang menebang pohon yang pohon dan daunnya dapat dimanfaatkan.

Wednesday, July 14, 2010

Kotoran Kuda Hasilkan Listrik Bagi Barak Baru Angkatan Darat

Pellet bahan bakar bio yang dibuat dari kotoran kuda akan membantu menghasilkan listrik buat barak baru Royal Horse Artillery. Jerami dan limbah yang didaur ulang dari 111 kuda resimen itu akan menyediakan cukup energi rendah karbon untuk menggerakkan peralatan listrik dan pemanas buat upacara di pangkalan baru satuan tersebut di Woolwich, London tenggara. Tindakan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan berkesinambungan pemerintah untuk pangkalan masa depan resimen berkuda.

Monday, June 28, 2010

Pembangunan dengan Tenaga Matahari dan Kincir Angin

Pemerintah mengujicobakan pembangunan kampung berenergi alternatif menggunakan tenaga matahari dan kincir angin. Kementrian Negara Riset dan Teknologi menghabiskan dana Rp 3 miliar yang diperoleh dari pemkab Bantul, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, UGM, E-Wind Energy, dan MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia) sehingga total mencapai Rp 5 miliar.

Prototipe energi listrik hibrid memanfaatkan kincir angin dan panel surya di kampung nelayan Pandansimo itu dirancang dengan komposisi kapasitas turbin 10 kilowatt sebanyak 1 buah, 2 kilowatt sebanyak 5 buah, dan 1 kilowatt sebanyak 38 buah, serta panel surya 17,5 kilowatt dengan aki cadangan 2 x 20 x 12 V 200 AH dan keluaran standar 220 Volt AC dan akan dilengkapi inverter. Output yang dihasilkan dari sistem itu adalah listrik sebesar 75,5 kilowatt terdiri dari 58 kilowatt dari kincir angin dan 17,5 kilowatt dari panel surya.

Pengembangan Energi Hibrid tersebut dapat dimanfaatkan untuk produksi es balok dengan kapasitas 1.000 kg per hari untuk memenuhi kebutuhan es untuk nelayan, pemompaan air sumur renteng untuk mengairi pertanian terutama pada musim kemarau, serta penerangan jalan kampung.